Selasa, 10 Maret 2009

Pepaya Pencegah Penyakit

0 komentar



Ingin anak tumbuh cerdas dan sehat, tidak perlu merepotkan. Ada banyak cara untuk membantu memberikan nutrisi terbaik. Salah satu cara memberikan asupan nutrisi bagi si kecil adalah melalui makanan. Dan di musim hujan yang sering kali membawa penyakit seperti flu, demam dan panas – buah hati Anda memerlukan nutrisi yang tepat agar tubuhnya bisa melawan serangan penyakit. Salah satu buah-buahan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si kecil untuk melawan penyakit adalah pepaya

Pepaya kaya akan berbagai vitamin yang dapat menyehatkan tubuh anak. Antara lain; Vitamin A, Vitamin B1, B2, B3, B6, Vitamin C, dan juga beta karotin, kalsium dan zat besi. Selain itu, pepaya juga dapat membantu menyehatkan sistem pencernaan si kecil.
Nah, tidak perlu repot kan untuk bersiap menghadapi musim penyakit? Pastikan Anda memberikan buah hati Anda buah pepaya setiap hari, dan ia pun akan tumbuh dengan sehat dan kuat.

Selengkapnya...

Metode Glenn Doman : Usia Tepat Memulai Belajar Membaca

0 komentar

Pada usia berapa sebaiknya atau idealnya memulai mengajarkan anak membaca? Kapan sebenarnya seorang anak siap untuk mempelajari sesuatu? Sebelum sampai pada jawaban tersebut, ada baiknya kita petik sebuah cerita tentang seorang ibu muda yang datang kepada seorang ahli perkembangan anak. Sang ibu muda itu ingin berkonsultasi tentang waktu yang tepat bagi seorang anak belajar membaca. Pakar perkembangan anak itu bertanya, “Kapan anak Ibu akan lahir?” Jawab Ibu muda itu, “Oh, anak saya sudah berusia lima tahun sekarang.” “Ibu, cepatlah pulang, Ibu telah menyia-nyiakan lima tahun terbaik hidup anak Ibu,” Kata sang ahli perkembangan anak itu.

Semakin Dini Semakin Baik

Bapak-Ibu, usia balita kerap disebut golden years period atau usia emas. Periode ini adalah tahun-tahun pembentukan kecerdasan yang amat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada periode ini juga sebaiknya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada balita untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Tugas orangtua sendiri adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta menyediakan sarana dan prasarana yang tepat bagi tumbuh kembangnya.

Pada periode itu, balita bukan cuma memerlukan asupan gizi yang baik untuk perkembangan fisiknya, tapi juga asupan informasi, emosi dan spiritual untuk tumbuh kembang dirinya secara utuh.

Menurut Metode Glenn Doman, orangtua bisa memulai mengajarkan anaknya belajar membaca sejak bayi. Bahkan, sejak ia lahir karena Bapak-Ibu sudah berbicara padanya sejak ia lahir bahkan
sejak ia masih dalam kandungan. Pembelajaran sejak dini akan melatih indera penglihatannya. Ada beberapa hal yang harus Bapak-Ibu pahami tentang anak balita:

1. Anak di bawah usia 5 tahun bisa dengan mudah menyerap banyak informasi.
2. Anak di bawah usia 5 tahun bisa menangkap informasi dengan kecepatan luar biasa.
3. Semakin banyak informasi yang diserap makin banyak pula yang diingatnya.
4. Anak usia di bawah 5 tahun mempunyai energi yang sangat besar.
5. Anak di bawah usia 5 tahun mempunyai keinginan belajar yang sangat besar.
6. Anak di bawah usia 5 tahun dapat belajar membaca dan ingin belajar membaca.

Dari uraian di atas terurai fakta bahwa semakin dini mengajarkna buah hati Anda membaca akan semakin baik. Apalagi Bapak-Ibu sudah memahami langkah-langkah dasar dalam tahapan membaca seperti yang telah dipaparkan panjang lebar dalam bab sebelumnya. Langkah-langkah pada setiap tahapan membaca tidak berubah atau berbeda karena faktor usia. Artinya, urutan langkah-langkah yang telah dipaparkan di bab sebelumnya tetap sama pada setiap usia. Hanya saja memang Anda harus ingat bahwa seorang bayi yang baru lahir tidak sama dengan anak usia 2 tahun. Bayi berusia 3 bulan tentu tidak sama dengan anak berusia 36 bulan. Terpenting pada bagian mana dari tahapan-tahapan membaca yang perlu ditekankan ketika Anda memulai program mengajarkan membaca pada si kecil.

Selengkapnya...

Sabtu, 07 Maret 2009

Perubahan Pola Makan

2 komentar



Perubahan adalah hal yang biasa


Sepanjang usia balita, selera dan kebiasaan makan terus berubah-ubah. Setelah ulang tahun pertama, pertumbuhan melambat dan selera makan pun cenderung turun. Gabungan antara perubahan-perubahan ini dengan kemampuan kognitif dan keterampilan motorik yang maju pesat, mengakibatkan asupan makanan yang berubah-ubah.

Mengembangkan kesukaan terhadap makanan

Anak-anak seringkali lebih senang bermain ketimbang makan. Mereka mendemonstrasikan kemampuan berbahasa dan motorik dengan penuh semangat, tetapi pada jam makan perhatian mereka mudah beralih. Jumlah makanan yang dikonsumsi dari hari ke hari dapat berubah dari banyak menjadi sedikit. Hal ini adalah hal yang normal.

Fondasi yang kuat bagi kesehatan

Nutrisi yang tepat bagi anak anda sangat penting untuk saat ini dan masa depannya. Nutrisi pada usia balita dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual anak. Kebiasaan makan yang dibangun sejak sekarang akan menetap seumur hidup, dan ada kemungkinan membantu mencegah penyakit tertentu di kemudian hari. Sepanjang usia balita, orangtua mempunyai kesempatan unik untuk mempengaruhi pemilihan makanan dan membantu membangun kebiasaan makan yang sehat.

Dalam periode kehidupan yang ditandai dengan banyaknya perubahan, anak-anak rawan kekurangan gizi karena makanan mereka terlalu beragam. Banyak orangtua memilih susu sapi sebagai makanan tambahan untuk anaknya. Akan tetapi, beberapa penelitian terbaru menyatakan bahwa susu sapi tidak memberikan gizi seimbang seperti yang dibutuhkan balita.

Selengkapnya...

Bersosialisasi Untuk Si Buah Hati

0 komentar

Setiap manusia pasti akan membutuhkan dan bergantung kepada manusia lainnya. Karena kondisi saling membutuhkan inilah mengapa manusia disebut sebagai mahkluk sosial.

Agar seseorang dapat diterima dalam lingkungannya, maka diperlukan ketrampilan bersosialisasi. Ketrampilan atau kemampuan untuk bersosialisasi adalah salah satu hal mutlak yang harus dipelajari oleh setiap orang. Bagi buah hati kita, diperlukan peran dari orang tuanya untuk mendorong dan mengajak anak untuk bersosialisasi.

SEDINI MUNGKIN
Dra. Ratih Ibrahim, Psi dalam acara talkshow yang diadakan oleh Dancow Parenting Center dan Delta Radio 99.1 FM pada hari Kamis, 19 Februari 2009 mengungkapkan, bahwa pendidikan bersosialisasi ini harus dikenalkan pada si kecil sedini mungkin. Bahkan, sejak baru lahirpun seharusnya si kecil sudah harus dikenalkan dengan sekelilingnya, misalnya keluarga. “Kenalkanlah si kecil pada orang tuanya, kakek, nenek, atau anggota keluarga yang lainnya.” Demikian sarannya.

Proses ini akan meningkat seiring dengan pertambahan usia sang buah hati. Misalnya, pada anak yang sudah besar, kita dapat membawa anak untuk bertemu dengan banyak orang dan ajaklah anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.

”Tanamkanlah pada anak bahwa mereka tidaklah sendiri. Mereka merupakan bagian dari masyarakat, sehingga mereka perlu untuk belajar bersosialisasi dengan orang-orang sekelilingnya,” demikian papar Ratih, yang merupakan seorang psikolog ini.

Apabila kita memberikan kesempatan kepada si kecil untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, maka diharapkan mereka akan banyak mempelajari sesuatu yang akan berguna bagi kehidupannya kelak, seperti belajar mengendalikan diri, belajar berempati pada orang lain, bersikap toleransi, keinginan untuk berbagi, dan lainnya yang akan berhubungan dengan kecerdasan emosi.

Ratih menjelaskan bahwa masa sensitif seorang anak untuk belajar bersosialisasi adalah sampai dengan usia 8 tahun. Apabila kita sebagai orang tua tidak memberikan kesempatan kepada sang buah hati untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, maka akan terbentuk pribadi yang kurang terampil dalam bergaul serta kecerdasan emosinya tidak akan terbentuk dengan optimal.

Begitu pentingnya manfaat bersosialisasi sehingga Ratih menekankan agar anak diberi kesempatan untuk bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. Dan, kita sebagai orang tua hanya berperan sebagai pengamat dan pengawas yang baik. Apabila anak melakukan tindakan seperti bertengkar, merebut milik temannya, berlaku kasar, atau sikap lain yang cenderung menyakiti orang lain, maka kita dapat membantunya untuk mengelola emosinya. Misalnya dengan mengajak anak untuk pergi dari tempat itu untuk menenangkan emosinya, ajak mereka bicara, dan lain sebaginya. Dan, proses semacam ini akan membentuk kecakapan emosi yang baik pada sang buah hati.

Pada anak yang cenderung pemalu, Ratih menyarankan agar orang tua tetap mendorong dan mengajak anak untuk bersosialisasi. ” Temanilah dulu sang buah hati sampai mereka mulai mengenal dan merasa aman dan nyaman dengan lingkungan barunya tersebut. Dan apabila mereka sudah merasa aman dan nyaman, barulah mereka akan terdorong untuk mengeksplornya,” demikian ujarnya.
MAKAN DAN SOSIALISASI

Cara lain untuk mengajarkan anak bersosialisasi adalah dengan cara makan bersama dengan teman sebayanya. Melalui cara ini, maka si kecil akan dapat bersosialisasi, sekaligus mengajarkan si kecil sikap ingin berbagi dan mengembangkan sikap toleransi pada orang lain. ” Selain itu, suasana makan sendiri pasti akan berbeda dengan makan bersama,” demikian papar Dra. Rienani Mahadi, seorang praktisi gizi dari PT. Nestle Indonesia dalam acara yang sama.

Rienani menggambarkan bahwa dengan makan bersama biasanya akan mempengaruhi keputusan makan pada si kecil. Contohnya adalah bila si kecil masih minum susu dengan menggunakan botol, kemudian melihat teman seusianya sudah minum susu dengan menggunakan gelas, maka anak juga akan terdorong untuk mencoba minum susu dengan menggunakan gelas pula.

Menurut Rienani, tetap memberikan susu kepada sang buah hati walaupun sudah berusia diatas 1 tahun adalah hal bijaksana yang harus dilakukan oleh orang tua. Hal ini karena banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari segelas susu. Manfaat ini antara lain adalah susu memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh si kecil, terutama pada masa pertumbuhannya. Nutrisi penting tersebut antara lain adalah protein, kalsium, karbohidrat, lemak, beberapa vitamin, dan mineral lainnya. Dengan mengkonsumsi susu 2-3 gelas setiap hari akan mendukung pembentukan dan pertumbuhan tulang si kecil menjadi optimal dan sempurna.

Selain menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, susu juga membentuk dan menciptakan kondisi saluran cerna yang baik bagi si kecil. Hal ini dapat diperoleh pada susu yang sudah diperkaya mikroorganisme atau mahkluk hidup yang menguntungkan seperti Lactobacillus Protectus. Mahkluk hidup menguntungkan ini dapat membuat suasana saluran pencernaan menjadi baik, sehingga penyerapan zat gizi menjadi optimal, serta membantu membentuk daya tahan tubuh yang baik bagi si kecil. Dan dengan daya tahan tubuh yang terbentuk dengan baik, maka diharapkan si kecil akan terlindung dari berbagai penyakit yang dapat menganggu aktivitas belajarnya.

Masalah yang sering timbul pada balita adalah kadangkala mereka tidak menyukai susu. Dalam hal ini, orang tua, khususnya sang bunda sangat dituntut untuk lebih kreatif untuk memberikan susu kepada buah hatinya dalam bentuk lain. Susu dapat diberikan dalam bentuk makanan seperti pudding, es krim, es campur atau makanan yang pengolahannya menggunakan susu, seperti nasi gurih, krim sup,dll. Susu juga tidak selalu harus disajikan hangat. Bila anak lebih menyukai minuman dingin, sajikanlah susu dalam kondisi dingin. Hmm...pasti lebih membuat si kecil bersemangat untuk menghabiskannya...

Namun, jangan pernah menyelesaikan masalah makan dengan susu. Artinya, susu hanya boleh dikonsumsi secukupnya untuk si kecil, yakni sekitar 2-3 gelas perhari. Anak yang minum susu melebihi ukuran tersebut akan cenderung ”malas” makan, karena lambungnya sudah terisi penuh dengan susu.

Ingatlah Bunda bahwa sang buah hati tetap harus diberikan makanan yang bervariasi, beragam dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan tersebut terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan juga susu. Susunan tersebut dikenal dengan susunan 4 sehat 5 sempurna.

Dengan nutrisi yang sesuai kebutuhannya, diharapkan anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat, sehingga mereka tidak kehilangan waktu untuk bersosialisasi dan melakukan kegiatannya bersama teman-temannya.
Selengkapnya...

Waspadai Penyakit Perubahan Musim

0 komentar

Musim berubah, tabiat bibit penyakit juga berubah. Global warming juga mengubah sifat virus, kuman, dan parasit. Yang semula mempan dibasmi dengan antiseptic, sekarang berubah jadi kebal. Sehingga hanya mempan dengan antibiotika generasi yang lebih baru. Cuaca iklim, dan musim juga mempengaruhi kondisi lingkungan dan tubuh manusia.

KEMAMPUAN tubuh beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan, membuatnya tidak rentan jatuh sakit. Untuk mampu begitu, kita perlu mematuhi prinsip hidup sehat. Jadwal makan dan tidur teratur, ada waktu istirahat, menu seimbang, tidak berlebihan porsi.

Hal seperti itu hendaknya diterapkan pada anak dalam masa tumbuh-kembangnya. Di tengah ancaman polusi dan berubahnya cuaca dan musim, yang dapat kita upayakan adalah membantu menciptakan ketahanan tubuh agar lebih tangguh.

Menjaga ketahanan tubuh
Hanya tubuh yang memiliki sistem kekebalannya kuat yang dapat bertahan terhadap gempuran bibit penyakit.

Agar hal ini dapat tercapai, diperlukan gizi yang memadai. Tak cukup hanya mengonsumsi sayur-mayur saja tetapi, lengkap jenis asam amino-nya. Kebutuhan protein perkilogram berat badan anak, lebih besar dibanding orang dewasa. Maka perhatikan betul asupan protein yang bisa didapat dari susu, telur, ikan, daging, atau unggas dicukupi yang dibutuhkan untuk membangun antibodi guna kekebalan.

Tak cukup hanya gizi. Tubuh juga perlu cukup bergerak agar darah mengalir. Biarkan anak melakukan banyak gerakan apa saja, selain berolahraga. Bergerak membangun otot dan tulang, selain menguatkan jantung. Derasnya aliran darah menentukan apakah kekebalan tubuh bisa mencapai seluruh tubuh.

Bergerak badan dan berolahraga memungkinkan sistem kekebalan yang terbentuk mampu bekerja optimal. Namun kelebihan beraktivitas fisik juga tidak menyehatkan. Perlu ada batasan dan tidak boleh over-training. Kelebihan radikal bebas yang terjadi karena badan terlalu letih dalam tubuh malah merusak badan. Kanker, sumbatan pembuluh darah, dan kerusakan sel tubuh lainnya terjadi akibat radikal bebas menumpuk dalam tubuh. Antioksidan yang dibuat oleh tubuh tidak mampu menetralkannya.

Sekarang ini sangat beragam jenis virus yang terbang di udara, terbawa dalam air limbah, atau dibawa oleh orang yang sedang sakit. Dalam hidup modern, polusi udara, air, dan tanah menambah buruk lingkungan biologis sehingga menambah subur populasi bibit penyakit. Ancaman bibit penyakit orang sekarang jauh lebih besar dibanding zaman nenek moyang dulu. Maka bila badan kurang tangguh, lebih besar kemungkinan terserang bibit penyakit.

Lingkungan yang terpolusi, dan tercemar bibit penyakit tak mungkin kita kendalikan. Maka strategi agar tubuh tidak terserang bibit penyakit, tubuh sendiri yang perlu dikuatkan. Selain dengan cara berpola hidup sehat, patuhi imunisasi anak, dan pelihara kebersihan diri juga.

Kebersihan perorangan
Memiliki pola hidup sehat tidak cukup jika tidak diimbangi dengan menjaga kebersihan diri, berbagai macam penyakit seperti diare, hepatitis, tifus, disenteri, leptospira dari kencing tikus, dan sederet penyakit pencernaan lainnya. Terlebih ketika musim pencemaran bibit penyakit meluas yang lazim terjadi selama perubahan iklim baik dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya.

Kalau awal musim penghujan berjangkit demam berdarah (DBD), itu karena kita kurang peduli terhadap genangan air hujan di sekitar kita, selain air yang tertampung di dalam rumah. Nyamuk DBD bersarang di air jernih, bukan air kotor. Nyamuk betina DBD, dapat bertelur dalam air 30 tetes saja. Semua yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk DBD harus disingkirkan, agar populasinya bisa ditekan, sehingga pembawa virus DBD ini berkurang.

Kondisi lingkungan selama musim penghujan pun dapat melemahkan kondisi tubuh manusia. Karena tubuh terpapar hawa dingin oleh hujan. Maka siasati dengan selalu menghangatkan tubuh dengan minuman hangat seperti susu hangat atau, wedang jahe. Selain itu batasi tubuh dari paparan hawa dingin dan terpaan hujan, dengan memakai baju hangat, sweater, jas hujan, dan pakaian berbahan lebih tebal. Hangatkan badan anak dengan membalurnya memakai balsam, minyak kayu putih, minyak telon, sehabis terkena dingin udara, atau hujan.

Begitu juga makanan sebaiknya dibuat lebih hangat, dan pilih jenis makanan yang menambah panas tubuh. Sup kaldu dengan ayam/daging dan sayur misalnya, selain menghangatkan dan kaya protein, sayuran juga menambah asupan vitamin dan mineral yang penting untuk daya tahan.

Anak dan lansia yang tergolong rentan (vulnerable group) sebaiknya dikuatkan dengan tambahan imunisasi influenza agar tidak gampang terjangkit influenza dan membatasi pergi keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Selengkapnya...

Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Sejak Kecil

0 komentar

Menjaga kebersihan organ reproduksi, khususnya bagian luar merupakan, bagian dari kebersihan diri. Kebiasaan itu perlu ditanamkan sejak kecil. Bukan saja bagi anak perempuan tetapi anak lelaki juga, sejumlah penyakit dan kondisi bisa muncul akibat kebersihan di daerah tersebut kurang terjaga.

ANAK perempuan sudah diajarkan bagaimana membersihkan organ reproduksinya sejak kecil. Pada saat anak belum mampu melakukannya sendiri, biasakan agar setiap habis berkemih, basuh dengan air bersih keringkan dengan tissu/lap bersih sampai kering.

Namun kita juga tidak boleh sembarangan menggunakan airnya, Terlebih di kamar kecil (toilet) umum. Mengapa? Kamar kecil (toilet) umum, biasanya tercemar berbagai jenis bibit penyakit baik di kakusnya, bak airnya, gayung, dan juga lantainya. Berkontak dengan bagian dari kamar kecil atau toilet umum dapat menimbulkan resiko tertular bibit penyakit, khususnya bibit penyakit yang dapat menimbulkan infeksi kemaluan, seperti keputihan.

Dari beberapa studi kita tahu keputihan bisa disebabkan oleh jamur candida albicans, selain oleh kuman, dan parasit trichomonas vaginalis. Apa pun penyebabnya, gejalanya sama, yakni keluarnya lendir berwarna susu, kuning, atau hijau yang gatal. Keputihan pada perempuan dapat ditularkan lewat kamar kecil atau kamar mandi umum. Mungkin penularan dapat terjadi dari air cebok, gayung, atau dinding bak penampungnya. Membersihkan dengan cara kering dianjurkan agar tidak tertular bibit penyakit dari air atau gayung yang sudah tercemar.

Mengajarkan cara membasuh sehabis berkemih
Membasuh sehabis berkemih pada kaum Hawa itu ada caranya. Kesalahan dalam arah membasuh menimbulkan risiko tercemarnya saluran kemih. Maka arah membasuh bukan dari belakang, melainkan sebaliknya, dari depan ke arah belakang. Dengan cara ini dapat menekan risiko pencemaran saluran kemih.

Penyakit yang umumnya terjadi karena kesalahan membasuh adalah keputihan dan infeksi saluran kemih bagian bawah, khususnya bagi kaum Hawa. Mengapa? Karena saluran kemih perempuan lebih pendek dibanding milik lelaki.

Hindari Membalur Bedak & Bahan Kimiawi Lain pada Kemaluan Anak
Kebiasaan membedaki sekitar kemaluan juga tidak dianjurkan. Bahan bedak tidak menyehatkan untuk wilayah disekitarnya. Demikian pula dengan pemakaian bahan kimiawi lainnya seperti, parfum, pembersih kemaluan, atau apa pun bahan kimiawinya yang dibubuhi pada daerah kemaluan.

Kita tahu kemaluan perempuan itu dilindungi oleh produksi asam oleh kuman Doderlein yang bersifat baik yang berada di sekitarnya. Suasana kemaluan yang asam melindungi kemaluan perempuan terhadap masuknya bibit penyakit. Semakin asam, kondisinya semakin terlindungi kemaluan dari ancaman bibit penyakit yang mengancamnya di dunia luar.

Namun apabila sekitar kemaluan terlampau sering dibersihkan dengan antisepsis, atau bahan kimiawi apa pun, termasuk parfum, atau semprotan pembersih vagina, maka suasana vagina tidak asam lagi akibat sudah terbunuhnya kuman bersahabat di situ. Kuman tersebut akan mati sehingga organ reproduksi jadi lebih rentan terinfeksi. Termasuk serangan keputihan.

Tidak membiasakan memegang kemaluan
Ada masa-masa anak berkecenderungan memegang kemaluannya. Bila itu terjadi jangan paksa untuk mengekangnya. Biarkan masa itu berlalu. Namun perhatikan, agar tangannya bersih. Termasuk tidak membiarkan barang-barang kecil jangan sampai masuk kedalam kemaluannya.

Kebersihan kemaluan juga perlu diperhatikan pada anak lelaki, khususnya yang belum atau tidak dikhitan. Kulit kulupnya harus dibersihkan dengan cara menariknya agar kepala kemaluannya senantiasa bersih. Produksi getah smegma yang biasanya membaluti kepala kemaluan lelaki tidak menyehatkan bila dibiarkan melekat terus di situ. Terlebih bagi yang sudah akil-balik karena diduga dapat mencetuskan kanker kemaluan.

Biasakan pula membersihkan kemaluan setiap habis berkemih. Karena bila anak sudah terbiasa membersihkan seperti itu, maka dia akan merasa tidak nyaman bila belum membersihkannya. Sebaliknya bila tidak dibiasakan sejak kecil, akan sulit untuk mengubahnya setelah anak dewasa, karena tetap nyaman kendati tidak bersih.

Selengkapnya...

Agar Si Kecil Tak Kurang Gizi

0 komentar

SEBUT saja namanya Randy. Usianya baru dua tahun, tapi wajahnya tak memancarkan kesegaran seorang anak-anak. Bahkan kesan tua justru terpancar dari wajah Randy yang kuyu. Tak hanya itu, berat badannya juga jauh lebih ringan ketimbang bobot bocah-bocah sebayanya.
Di Indonesia, jumlah anak senasib Randy cukup banyak. Catatan Departemen Kesehatan menyebutkan, pada 2008 setidaknya 18 juta anak berusia kurang dari lima tahun (balita) kekurangan gizi.

Nah, dari angka itu sebanyak 5 juta anak kekurangan gizi dan 1,7 juta balita terancam gizi buruk. Data yang sama juga menyebutkan bahwa 10 juta dari 31 juta anak-anak usia sekolah menderita' anemia.

Banyak sebab sehingga anak-anak Indonesia mengalami kekurangan gizi. Selain faktor ekonomi, anak tak mendapatkan asupan air susu ibu (ASI) dan gizi sejak awal pertumbuhannya.

"Padahal ini asupan terbaik bagi bayi," War Mulyadi. Penyebab kekurangan asupan asi pada bayi tak melulu lantaran sang ibu ogah menyusui. Bisa saja, si ibu mengalami infeksi pada payudara sehingga anak emoh menghisap sumber ASI.

Selain itu, kekurangan gizi juga bisa disebabkan gangguan pencernaan pada anak, sehingga asupan gizi yang masuk tubuh tak menyebar sempurna. "Akibatnya, anak kurang karbohidrat, protein, dan lemak," ajar Mulyadi.

Malnutrisi memang rawan terjadi pada anak-anak di bawah umur lima tahun. Padahal, imbuh Pedro Alarcon, Direktur Medis Abbot Nutrition, efek kekurangan nutrisi berdampak ganda. Dalam jangka pendek, berat badan dan tubuh balita tak mengembang normal. Ini bisa berujung pada kematian.

"Dampak jangka panjang, malnutrisi bisa mempengaruhi perkembangan otak," ajar Alarcon. Selain itu,
anak yang kurang nutrisi juga rentan terhadap berbagai penyakit saat menginjak usia remaja atau dewasa.

Atasi dengan protein nabati
Kata Alarcon, kasus malnutrisi memang tak lepas dari tingkat kesejahteraan keluarga di sebuah negara. Umumnya, kasus ini meruak di negara-negara berkembang. Di India, misalnya, ada 8,3 juta bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5 kilogram.

Sebuah penelitian oleh Lembaga Penelitian Kesehatan di London menyebutkan, pemberian nutrisi mesti dilakukan sedini mungkin. Dalam jangka pajang, keterlambatan pemberian nutrisi akan berbahaya bagi kesehatan anak.
Menurut Alan Lucas, Direktur Pusat Penelitian Gizi Anak yang memimpin penelitian itu, observasi pada 26 anak dan remaja menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesehatan anak yang mendapatkan gizi lebih awal dengan yang belakangan.

Saat remaja, anak-anak yang terlambat mendapat asupan gizi akan mengalami peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol yang lebih tinggi. Ini jelas berbeda dengan anak-anak yang sedari awal sudah mendapatkannya.

"Mereka dengan mudah bisa menurunkan kadar.kolesterol hingga 10%," ajarnya. Mereka juga lebih tahan terhadap serangan jantung.

Susianto, ahli gizi dari Universitas Indonesia menambahkan, sejatinya malnutrisi bisa dikurangi sedini mungkin. Orang tua tak harus ribet untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hatinya.

"Jika tak bisa membeli daging sebagai sumber protein, mereka bisa memberikan protein nabati yang berasal dari kacang kedelai," ujarnya.

Epung Saepudin, Muhamad Fasabeni

Selengkapnya...

Senin, 02 Maret 2009

Yang Luar Biasa di Usia 13-14 bulan

0 komentar



Dengan tertatih si kecil kita akan mulai belajar berjalan. Dia akan mulai berjalan oleng beberapa langkah tanpa dibantu. Duh, sungguh menakjubkan langkah pertama nya itu !...
Padahal, lilin ulang tahun pertama baru saja ditiup oleh si kecil kita bulan lalu. Saat inilah si kecil mulai memasuki tahun kedua kehidupannya. Saat itu si kecil masih mengalami kesulitan untuk menaiki dan menuruni tangga. Tapi walau begitu keinginannya untuk berkeliling ruangan mengamati benda-benda di sekitarnya akan sangat besar.

Tidak usah terlalu khawatir apabila si kecil sering terjatuh. Karena sebenarnya itu merupakan proses dalam belajar nya. Sering-seringlah ajak si kecil untuk berjalan diatas rumput, di atas pasir atau di atas tanah. Tapi hati-hati dengan benda-benda tajam yang bisa melukainya. Di usia 14 bulan setelah si kecil sudah berjalan dan terjatuh berkali-kali, maka dia akan mulai mendapatkan kepercayaan dirinya. Saat itulah si kecil mulai senang memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Mendorong-dorong kursi, tempat sampah,dan barang-barang lain terlihat betapa energi si kecil seakan tiada habisnya. Dia begitu antusias menjelajah.

Walaupun sudah menunjukkan minat untuk mencoret-coret, tapi si kecil masih kesulitan untuk memegang crayon nya. Biarkan saja dia bereksplorasi dengan berbagai coretan khayalannya. Di usia 13 bulan, dia juga akan belajar memasukkan dan mengeluarkan benda dari tempatnya berulang-ulang kali. Dia memasukkan kotak kemudian mengeluarkannya dengan melemparkannya. Hati-hati dengan barang yang mudah pecah di sekelilingnya.

Kita juga bisa ikut bermain dengan menyusun menara kecil dari beberapa kotak balok yang pasti akan langsung dirobohkannya setelah itu. Buatlah permainan “membangun dan merobohkan menara” ini sebagai saat untuk anak berinteraksi dengan kita orang tuanya. Bisa sambil tertawa-tawa, saling menggelitik dan sebagainya.

Di usia 14 bulan, anak mulai tertarik menyentuh apapun. Dia akan memegang semua benda yang dia anggap menarik baik warna maupun bentuknya. Sebenarnya mereka sedang mengasah panca inderanya. Ajak mereka untuk memegang beberapa benda dengan tekstur yang berbeda.

Ada beberapa anak yang sudah mulai bisa mengucapkan kata tunggal. Mereka sudah mulai menunjukkan kemampuan bicaranya dengan menggumamkan satu dua patah kata dengan jelas misalnya “Mama”, “Papa” atau “Mimik”. Pujilah dia bila sudah berhasil mengucapkan kata itu dengan baik.

Kita sebagai orang tua juga sudah mulai tahu apa kemauan dan keinginan si kecil dari bahasa tubuh dan bahasa simbol yang digunakannya. Contohnya, saat si kecil merasa haus, dia akan menyodorkan gelasnya sambil berkata “em..ma”, walaupun kata-katanya masih tak jelas tapi bahasa tubuhnya menegaskan “Tolong bunda, aku haus nih minta minum dong”. Untuk melatihnya berbicara mengungkapkan perasaannya, kita bisa ulangi permintaanya “Dedek mau minum ? Haus ya sayang…”.

Perkembangan luar biasa si kecil tersebut memang tak bisa lepas dari kesabaran dan dukungan penuh kita sebagai orang tua.

Selengkapnya...

Melar Sehabis Melahirkan

0 komentar

Kesal. Itu mungkin yang dirasakan setiap ibu yang baru saja melahirkan, melihat bentuk tubuhnya menjadi melar dan tidak seindah dulu lagi. Wajar kalau setiap perempuan ingin tampil menarik dan seksi, khususnya setelah melahirkan.

Perubahan tubuh setelah melahirkan sebenarnya adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah reaksi yang muncul. Perubahan bentuk tubuh yang membuat Anda tersiksa dan mengalami krisis percaya diri berakibat tidak sehat. Tidak saja bagi Anda, tapi juga pada hubungan Anda dengan si kecil dan suami.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Terima diri apa adanya. Termasuk terimalah perubahan tubuh Anda. Memang tidak mudah bagi ibu baru yang tengah menyusui untuk cepat langsing kembali. Butuh waktu minimal 9 bulan untuk mengembalikan bentuk tubuh agar seksi dan kencang kembali.

Cobalah untuk menciptakan reaksi yang nyaman dengan kondisi tubuh Anda. Refleksikan saat-saat itu dan cobalah memunculkan reaksi berbeda yang lebih positif. Yakinkan diri Anda, bahwa isi hati, pikiran, dan tindakan seseorang sama pentingnya dengan tubuh yang indah. Cermati hal-hal positif dalam diri Anda, baik fisik maupun non-fisik. Dan yang terutama, syukuri peran sebagai ibu baru!

Perhatikan asupan gizi. Tidak usah memaksakan diri makan terlalu banyak hanya karena Anda sedang menyusui. Anda cuma butuh tambahan kalori 300 mg setiap harinya. Namun, Anda juga tidak boleh diet terlalu keras, karena si kecil butuh gizi yang baik.

Olahraga. Anda bisa mengurangi lemak dan stretchmark dengan berolahraga. Jika tidak sempat untuk pergi ke gym, Anda bisa membeli DVD/VCD yoga atau senam untuk Anda praktekkan di rumah. Atau Anda juga bisa berjalan-jalan di sekitar rumah sambil membawa si kecil. Yah, hitung-hitung olahraga sambil bermain dengan si kecil, kan?

Ada kemungkinan tubuh Anda tidak bisa kembali ke bentuk semula. Sadari dan terimalah itu. Menjadi ibu adalah peristiwa hidup yang alamiah. Dr. Nancy O'Neil, ginekolog Amerika Serikat mengatakan, dengan kerja keras yang serius dalam jangka waktu tertentu, keinginan Anda untuk langsing kembali bisa terwujud.
Selengkapnya...

Followers

Link

My Favourite

  • kolom-tutorial
  • kolom-tutorial
  • Agus Hery
  • Mengedit itu Mengenyangkan
  • ipietoon
  • Free Template
  • Wyeth
  • Wyeth Nutrition
  • Nestle
  • Sahabat Nestle
  • Promina
  • Promina
  • Kalbe Nutritional
  • Kalbe Nutritional
  • Frisian Flag
  • Nutrisi Balita Cerdas
  • Abbott
  • ensure glucerna prosure pediasure isomil gain
  • Tanya Dokter Anda
  • Informasi Kesehatan Terpercaya
  • Nutricia
  • Nutricia Produk

    Jualan Buku


    Masukkan Code ini K1-A3CC32-A
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
     

    intan puspita Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez